Ketahanan Nasional

Latar Belakang

Setiap bangsa sudah pasti mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan dalam hidup dan kehidupan nyata. Cita-cita itu merupakan arahan dan atau tujuan yang sebenar-benarnya dan mempunyai fungsi sebagai penentu arah dari tujuan nasionalnya. Namun demikian, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional itu bukan sesuatu yang mudah diwujudkan karena dalam perjalanannya kearah itu akan muncul energi baik yang positif maupun negatif yang memaksa suatu bangsa untuk mencari solusi terbaik, terarah, konsisten, efektif, dan efisien.

Energi positif bisa muncul dari dua situasi kondisi yaitu dalam negeri dan luar negeri. Kedua situasi kondisi itu akan menjadi motor dan stimulan untuk membangkitkan kesadaran pada bangsa untuk membangun ketahanan nasional yang holistik dan komprehensif. Di sisi lain, energi negatif juga akan muncul dari dua situasi kondisi tadi, yang biasanya menjadi penghambat dan rintangan untuk membangun ketahanan nasional. Energi negatif biasanya muncul secara parsial tetapi tidak bisa dipungkiri dalam banyak hal merupakan suatu produk yang tersistem dan terstruktur dengan rapi dalam sistem operasional yang memakan waktu lama.

Energi positif tersebut diatas dalam banyak wacana biasanya disebut dengan daya dan upaya penguatan pembangunan suatu bangsa dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya. Sementara itu, energi negatif cenderung untuk menghambat dengan tujuan akhir melemahkan bahkan menghancurkan suatu bangsa.

Kemampuan, kekuatan, ketangguhan dan keuletan sebuah bangsa melemahkan dan atau menghancurkan setiap tantangan, ancaman, rintangan dan gangguan itulah yang yang disebut dengan Ketahanan Nasional. Oleh karena itu, ketahanan nasional mutlak senantiasa untuk dibina dan dibangun serta ditumbuhkembangkan secara terus-menerus dengan simultan dalam upaya mempertahankan hidup dan kehidupan bangsa. Lebih jauh dari itu adalah makin tinggi tingkat ketahanan nasional suatu bangsa maka makin kuat pula posisi bangsa itu dalam pergaulan dunia.

Bangsa dan negara Indonesia sejak proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 pun tidak lepas dan luput dari persoalan yang berkaitan dengan ketahanan nasional karena dalam perjalanan sejarahnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia mengalami pasang surut dalam menjaga eksistensi dan kelangsungan hidup sebagai sebuah bangsa dan negara yang merdeka dan berdaulat dari Agresi Belanda dan mampu menegakkan wibawa pemerintahan dari gerakan separatis seperti PKI, DI/TII, RMS, PRRI, Permesta, GAM, Papua Merdeka dan lain-lain.

Ditinjau dari geopolitik dan geostrategi yang kemudian dikaitkan dengan potensi-potensi yang dimilikinya maka bangsa Indonesia berada pada posisi yang rawan dengan instabilitas nasional yang diakibatkan dari berbagai kepentingan seperti persaingan dan atau perebutan pengaruh baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Hal itu sudah dipastikan akan memberikan dampak bagi hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Indonesia adalah negara yang bersandar pada kekuatan hukum sehingga kekuasaan dan penyelenggaraan hidup dan kehidupan kenegaraan diatur oleh hukum yang berlaku. Dengan kata lain, hukum sebagai pranata sosial disusun untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh rakyatnya. Kondisi kehidupan nasional itu menjadi salah satu kekuatan ketahanan nasional karena adanya jaminan kekuasaan hukum bagi semua pihak yang ada di Indonesia dan lebih jauh daripada itu adalah menjadi cermin bagaimana rakyat Indonesia mampu untuk tumbuh dan berkembang dalam suatu wilayah yang menempatkan hukum sebagai asas berbangsa dan bernegara dengan menyandarkan pada kepentingan dan aspirasi rakyat.

Negara Indonesia adalah negara hukum bukan berdasarkan kekuasaan belaka dan kesemuannya ditunjukan untuk menjaga ketertiban seluruh masyarakat Indonesia. Negara Indonesia juga merupakan negara yang mempunyai UUD 1945 sebagai konsutitusinya, dimana system pemerintahan negara tertuang di dalamnya. Sehingga kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan Ketahanan Nasional yang didasari oleh :

  • Pancasila Sebagai Landasan Ideal.
  • UUD 1945 Sebagai Landasan Konstitusional.
  • Wawasan Nusantara Sebagai Landasan Visional.

Pokok-Pokok Pikiran

Upaya pencapaian ketahanan nasional sebagai pijakan tujuan nasional yang disepakati bersama didasarkan pada pokok-pokok pikiran berikut :

  1. Manusia Berbudaya

Manusia adalah mahluk Tuhan yang pertama-tama berusaha menjaga, mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dari yang paling pokok sampai yang paling mutakhir baik yang bersifat materi maupun kejiwaan.

Manusia dikatakan mahluk Tuhan yang sempurna karena memiliki naluri, kemampuan berpikir, akal dan berbagai ketrampilan, senantiasa berjuang. Untuk keperluan itu maka manusia hidup berkelompok (homo socius) dan menghuni suatu wilayah tertentu yang dibinanya dengan kemampuan dan kekuasaannya (zoon politicon). Oleh karena itu, manusia berbudaya senantiasa selalu mengadakan hubungan-hubungan sebagai berikut :

  1. Manusia dengan Tuhan dinamakan Agama/Kepercayaan
  2. Manusia dengan Cita-Cita dinamakan Ideologi
  3. Manusia dengan Kekuatan/Kekuasaan dinamakan Politik
  4. Manusia dengan Pemenuhan Kebutuhan dinamakan Ekonomi
  5. Manusia dengan Penguasaan/Pemanfaatan Alam dinamakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  6. Manusia dengan Manusia dinamakan Sosial
  7. Manusia dengan Rasa Keindahan dinamakan Seni/Budaya
  8. Manusia dengan Rasa Alam/Aman dinamakan Pertahanan dan Keamanan

Dari uraian tersebut, bahwa hubungan manusia dengan lingkungan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan hidupnya yaitu kesejahteraan, keselamatan dan keamanan. Untuk menjamin kelangsungan hidup suatu bangsa diperlukan suatu konsep pangaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan serasi dalam semua aspek kehidupan nasional. Ketiga hal itu adalah hakekat dari ketahanan nasional yang mencakup dan meliputi kehidupan nasional yaitu aspek alamiah dan aspek sosial/kemasyarakatan sebagai berikut :

Aspek alamiah adalah :

  1. Letak serta kondisi geografi indonesia
  2. Kekayaan alam
  3. Keadaan dan kemampuan penduduk

Aspek sosial/kemasyarakatan adalah :

  1. Ideologi
  2. Politik
  3. Ekonomi
  4. Sosial-Budaya
  5. Pertahanan dan Keamanan

Aspek alamiah bersifat statis dan sering disebut dengan istilah Trigatra, sedangkan aspek sosial/kemasyarakatan bersifat dinamis disebut juga dengan istilah Pancagatra. Kedua aspek itu biasanya disebut dengan Astagatra. Aspek-aspek di atas mempunyai hubungan timbal balik antargatra yang sangat erat yang disebut dengan istilah keterhubungan (korelasi) dan ketergantungan (interdependensi). (Bandingkan dengan konsep Hans Morgenthau dalam Politik among Nations; unsur-unsur kehidupan nasional terdiri dari; geografi, sumber alam, kapasits industri, kesipaan militer, penduduk, karakter nasional, semangat nasional, kualitas diplomasi, dan kualitas pemerintah).

  1. Tujuan Nasional, Falsafah Bangsa dan Ideologi Negara

Tujuan nasional menjadi pokok pikiran dalam ketahanan nasional karena suatu organisasi apapun bentuknya dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkannya akan selalu berhadapan dengan masalah-masalah yang internal dan ekternal, demikian pula  dengan negara dalam mencapai  tujuannya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu situasi dan kondisi yang siap untuk menghadapinya.

Untuk Indonesia, falsafah dan ideologi menjadi pokok pikiran ketahanan nasional  diperoleh dari Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi sebagai berikut :

  • Alinea Pertama, menyebutkan bahwa ”Sesungguhnya kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena  tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan” mempunyai makna : ”Merdeka merupakan hak segala bangsa dan penjajahan bertentangan dengan konsep penghargaan hak asasi manusia”.
  • Alinea Kedua, menyebutkan ”Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, berdaulat adil dan makmur” mempunyai makna : ”Kemerdekaan adalah syarat dapat mengadakan pembangunan dalam rangka meraih masa depan dan cita-cita sesuai dengan tujuan nasional. Tidak cukup negara ini merdeka, tetapi juga harus berdaulat, adil dan makmur.”
  • Alinea Ketiga, menyebutkan ”Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh suatu keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya” mempunyai makna :”Bila negara ingin mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat ridho Allah yang terlihat adanya dorongan spiritual baik dalam proses kemerdekaan maupun dalam rangka mengisi kemerdekaan.”
  • Alinea Keempat, menyebutkan ”Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut  melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawatan/perwakilan, serta  dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Alinea itu mempunyai makna yaitu mempertegas cita-cita yang harus dicapai oleh bangsa Indonesia melalui wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan selalu dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila.
  1. Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia

Ketahanan Nasional pastinya mempunyai rumusan dengan pengertian yang baku dalam upayanya menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa ke masa. Kepastian itu menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik dasar atau tolak untuk gerak implemetasi/penerapan di dalam hidup dan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.

Pada pernyataan seperti ini dapat dijelaskan dibawah ini:

  1. Ketangguhan

Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.

  1. Keuletan

Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.

  1. Identitas

Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan (holistik). Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.

  1. Integritas

Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.

  1. Ancaman

Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis. Dapat juga merupakan suatu tindakan/kegiatan yang dilakukan secara konsepsional yang hendak merubah dasar negara baik yang berasal dari dalam maupun luar. Misal, dari dalam: adanya usaha dari Partai Komunis Tahun 1948 G30 S/PKI Tahun 1960, DI/TII mahasiswa bergabung dalam GAFATAR, sedangkan dari luar: adanya organisasi ISIS.

  1. Tantangan

Yaitu hal atau usaha yang bersifat menggugah kemampuan. Biasanya ini terjadi karena sesuatu kondisi yang memaksa sehingga menyebabkan sesorang atau kelompok orang merasa harus berbuat sesuatu untuk menghadapi keadaan yang dikarenakannya. Tantangan dari kata “tantang/menantang” yang meruapakan sesuatu yang harus dilaksanakannya. Misalnya negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang jumlah penduduknya 200juta menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mempersiapkan penduduknya yang menghadapi MEA.

  1. Hambatan

Adalah hal atau usaha yang berasal dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalang-halangi pencapaian tujuan yang timbul dari dalam negeri. Misalnya SBI menuntut perubahan Undang-Undang dengan demo agar Undang-Undang yang baru dibatalkan dengan mengajak mahasiswa.

  1. Gangguan

Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar, bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalang-halangin pencapaian tujuan yang datang dari luar negeri. Misalnya kapal asing yang mengembil ikan di Indonesia tanpa izin.

Oleh karena itu, Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus-menerus serta sinergik. Hal demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional. Proses berkelanjutan itu harus selalu didasari oleh pemikiran geopolitik dan geostrategi sebagai sebuah konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan konstelasi yang ada disekitar Indonesia.

  1. Aspek Alamiah dan Aspek Sosial

Ada beberapa aspek alamiah, yaitu sebagai berikut:

  1. Letak Serta Kondisi Geografis Indonesia

Letak geografis suatu negara memberikan petunjuk mengenai tempat di atas muka bumi dari suatu negara tersebut. Terdapat dua jenis negara yang memiliki ciri khusus berkenaan dengan lokasinya, yaitu:

  1. Negara yang dikelilingi daratan (land locked country), seperti Afganistan, Hongaria, Swiss, Austria, dan sebagainya.
  2. Negara yang dikelilingi lautan seperti Indonesia, Jepang, Filipina, Selandia Baru, Irak, Brunai Darusalam. Dimana negara yang demikian ini dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu:
    • Negara kepulauan (lautnya lebih dominan)
    • Negara pulau (daratnya lebih dominan)
  3. Negara pulau (Island State) yaitu negara yang memiliki unsur daratan lebih dominan daripada unsur lautan. Contoh: Australia, Malagasi. Dimana negara daratan yang mempunyai daerah yang bersifat archipelago, maka negara tersebut juga tidak dapat dinamai sebagai negara kepulauan, seperti Indonesia.

Posisi letak geografis Indonesia terletak pada posisi silang dunia, antara dua benua, yaitu Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Samudra hindia dan Samudra Pasifik. Dengan demikian, Indonesia terletak pada jalur lalu lintas perdagangan. Namun, aspek geografis Indonesia juga menggambarkan negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang berkisar 17.000 pulau kecil yang dipisahkan oleh laut.

Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai negara kepulauan, maka karakteristik setiap pulau satu dengan lainnya mempunyai ciri khas, budaya, adat-istiadat, keindahan yang berbeda-beda. Dengan kondisi yang demikian diperlukan adanya ketahanan nasional untuk menjaga kesejahteraan dan keamanan bangsa. Dari kondisi tersebut, melahirkan adanya geopolotik dan geografis. Geopolitik merupakan kebijakan politik suatu negara yang memperhitungkan posisi geografis, sedangkan geografis merupakan pelaksanaan dari geopolitik.

Dari data tentang letak geografi Indonesia dapat memberikan gambaran tentang bentuk kedalam dan bentuk keluar. Bentuk kedalam menampakkan corak, wujud dan tata susunan dan bentuk keluar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan serta hubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya. Negara Indonesia sebagai wadah bangsa Indonesia dengan batas-batas nasionalnya, memberikan ciri bagi bangsa Indonesia.

  1. Kekayaan Alam

Kekayaan alam suatu negara merupakan segala sumber dan potensi alam yang terdapat di muka bumi, laut, dan udara yang berada di wilayah kekuasaan negara tersebut. Dimana kekayaan alam Indonesia ditetapkan berdasar pada:

  1. TAP MPR NO. IV Tahun 1973
  2. Batas-batas landas kontinen Indonesia yang telah disetujui antara negara tetangga
  3. Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia 200 mil laut diukur dari garis-garis pangkal laut, yaitu jalur diluar laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan UU No 4 Prp. Tahun 1960 tentang perairan Indonesia.

Kekayaan alam jika dilihat dari sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu kekayaan alam yang dapat diperbaharui (renewable resource) dan kekayaan alam yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable resource).  Sedangkan dilihat dari jenisnya, kekayaan alam dibedakan dalam tiga golongan, yaitu hewan (fauna), tumbuhan (flora), dan bahan tambang (mineral).

Sebagaimana kita ketahui bahwa kekayaan alam yang terdapat di muka bumi tidak tersebar secara merata. Dalam artian bahwa kekayaan alam antara daerah satu dengan daerah lainnya berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengelolaan pemanfaatan alam agar kekayaan alam yang ada dapat termanfaatkan secara merata dan optimal. Adapun pemanfaatan kekayaan alam tersebut sebaiknya dimanfaatkan berdasarkan asas maksimal, lestari, dan berdaya saing. Maksimal memiliki arti memberi manfaat yang optimal untuk pembangunan dan menjaga ketimpangan antar daerah. Lestari berarti pemanfaatan kekayaan alam harus didasari kebijakan yang memperhatikan aspek kelestarian alam demi kepentingan generasi yang akan datang dan kesinambungan pembangunan. Sedangkan Berdaya Saing  berarti bahwa pemilikan kekayaan alam tersebut dapat memperkuat “bargaining posi-tion” dalam hubungan dengan negara lain serta mengurangi ketergantungan dengan negara lain. Dengan hal tersebut, tujuan pengelolaan kekayaan alam adalah untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari segenap potensi sumber alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan Bangsa dan Rakyat Indonesia berlandaskan Wawasan Nusantara.

  1. Keadaan dan Kemampuan Penduduk

Penduduk adalah semua orang yang bertempat tinggal dalam wilayah tertentu. Dengan demikian penduduk indonesia adalah semua orang yang bertempat tinggal dalam wilayah indonesia. Penduduk merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan dan perkembangan suatu negara. Jumlah penduduk yang besar juga sering dikatakan sebagai salah satu maodal dasar pembangunan nasional. Ungkapan seperti itu memang ada benarnya, namun harus diingat bahwa penduduk dapat menjadi modal dasar pembangunan apabila penduduk tersebut memiliki kualitas tertentu, sehingga dapat mendukung kualitas tertentu,sehingga dapat mendukung pembangunan.

Ketahanan nasional sangat dipengaruhi oleh kondisi kependudukan. Oleh sebab itu, dalam rangka pembangunan kita harus dapat melihat persoalan-persoalan apa yang ada dalam kependudukan kita dan bagaimana pengaruhnya dalam terhadap ketahanan nasional. Persoalan kependudukan di indonesia secara garis besar dapat ditemukan sebagai berikut :

  1. Jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi.
  2. Persebaran penduduk yang tidak merata dimana sekitar 60% penduduk indonesia berada dipulau jawa padahal luas pulau jawa hanya 7% dari luas seluruh indonesia.
  3. Terbatasnya lapangan kerja yang tersedia sehingga mengakibatkan tingginya anggka pengangguran.
  4. Kualitas penduduk yang relatif rendah, baik dari aspek pendidikan maupun penguasaan ketrampilannyaa.
  5. Komposisi penduduk yang didominasi oleh penduduk usia muda, sehingga membwa konsekuensi penyediaan fasilitas pendidikan dan perluasan lapangan kerja.

Persoalan-persoalan tersebut kalau tidak ditangani secara tepat akan menimbulkan masalah-masalah sosial, seperti pengangguran, kekurangan pangan/gizi, munculnya kawasan kumuh, dan sebagainya. Kondisi yang demikian itu pada akhirnya akan memicu timbulnya sikap dan perilaku yang menyimpang seperti kekerasan sosial, kejahatan, prostitusi dan semacamnya yang akan mengganggu ketahan nasional. Untuk itu, kita sebagai generasi penerus bangsa harus memikirkan pemecahan masalah dari masalah-masalah yang di atas.

Ada beberapa aspek sosial, yaitu sebagai berikut:

  1. Aspek Ekonomi

Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

  1. Aspek Sosial Budaya

Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya.

  1. Aspek Pertahanan dan Keamanan

Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1. Aspek Politik

Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945.

  1. Aspek Ideologi

Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.

Informasi Dalam Situasi

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

     Setiap manusia membutuhkan informasi, dengan adanya informasi menjadikan manusia kaya akan pengetahuan baik itu yang bersifat ilmiah maupun sosial. Dari mana kita mendapatkan informasi? Informasi bisa kita dapatkan dari berbagai media baik tercetak maupun elektronik. Selain itu sumber informasi bisa kita dapatkan langsung dari sumbernya atau komunikator. Untuk informasi yang bersifat ilmiah bisa kita dapatkan melalui perpustakaan. Peran perpustakaan dalam memberikan layanan informasi saat ini dituntut untuk berkolaborasi dengan kemajuan teknologi sebagai salah satu bentuk layanan cepat kepada pengguna. Informasi yang disampaikan akhirnya berubah bentuk menjadi informasi elektronik, di mana pengguna bisa langsung memanfaatkan koleksi yang disajikan tanpa harus berada dalam suatu ruangan di perpustakaan. Sebuah paradigma baru, bahwa keberhasilan perpustakaan di era TIK tidak dilihat dari seberapa banyak pengunjung yang datang ke perpustakaan tetapi seberapa banyak akses yang termanfaatkan oleh pengguna akan keberadaan koleksi-koleksi yang disediakan oleh perpustakaan. Perpustakaan adalah pusat pembelajaran (learning center) yang berfungsi sebagai agen perubahan sosial untuk meningkatkan kualitas kehidupan dengan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, yaitu dengan memberikan kontribusi dalam penyebaran informasi ilmiah di bidang pendidikan.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah kami uraikan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang informasi dalam situasi.

Tujuan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang informasi dalam situasi.

Manfaat

Untuk mengetahui tentang informasi dalam situasi. read more »

Pentingnya Tajuk Subjek Dan Tesaurus Dalam Sistem Temu Kembali Informasi Di Perpustakaan

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

     Dalam era globalisasi saat ini serta perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, membuat setiap orang dengan kebutuhan informasi serta ilmu pengetahuan teknologi terus meningkat. Dalam hal ini perpustakaan sebagai sumber dari pusat informasi dan ilmu pengetahuan memegang peran penting dalam penyebaran informasi tersebut kepada setiap orang yang membutuhkan. Perkembangan perpustakaan di masa modern ini terus berkembang pesat, selain dari penyedia layanan informasi dan ilmu pengetahuan seiring berkembangnya teknologi perpustakaan juga dapat digunakan sebagai penelitian dan juga sarana rekreasi bagi setiap penggunjung. Tidak terlepas dari sarana tersebut setiap pengunjung perpustakaan yang membutuhkan informasi dan bahkan sudah pasti menggunakan bahan pustaka yang disediakan dalam perpustakaan. Jika perpustakaan tersebut cukup luas dan memiliki banyak koleksi bahan pustaka, akan menyulitkan setiap pengunjung yang hendak mencari atau menemukan informasi yang mereka butuhkan, dalam hal ini penentuan tajuk subjek terhadap pencarian bahan koleksi dan informasi memegang peran penting untuk memudahkan setiap pengunjung dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan di perpustakaan. Sebagai lembaga penyedia informasi perpustakaan harus bisa memenuhi kebutuhan bagi para pemakainya, untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka pelayanan yang ditawarkan di perpustakaan harus lebih efisien. Salah satu pelayanannya yaitu akses yang mudah untuk menemukan informasi yang dicari. Selain itu untuk temu kembali informasi juga harus diatur sebaik mungkin agar memudahkan para penggunanya.

Penelusuran informasi menjadi sangat penting karena inti dari sebuah perpustakaan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan informasi yang diminta pemakai, bagaimana menemukan informasi yang diminta pemakai, dan bagaimana memberikan jalan  kepada pemakai untuk menemukan informasi yang dikehendaki. Proses penelusuran informasi menjadi penting untuk menghasilkan sebuah temuan atau informasi yang relevan, akurat dan tepat. Proses dan penggunaan alat yang tepat akan menghasilkan informasi yang tepat pula.

RUMUSAN MASALAH

  1. Apa pengertian dari tajuk subjek?
  2. Apa tujuan dari tajuk subjek dalam perpustakaan?
  3. Bagaimana penggunaan tajuk subjek dalam perpustakaan ?
  4. Bagaimana cara menentukan tajuk subjek dalam perpustakaan?
  5. Apa saja jenis-jenis tajuk subjek?
  6. Apa pengertian dari tesaurus?
  7. Apa perbedaan tesaurus dengan tajuk subjek?
  8. Apa tujuan tesaurus?
  9. Apa fungsi tesaurus?
  10. Apa saja komponen tesaurus?

TUJUAN

  1. Untuk mengetahui definisi mengenai tajuk subjek dan tesaurus
  2. Untuk mengetahui tujuan dari tajuk subjek dalam bahan koleksi perpustakaan
  3. Untuk mengetahui penggunaan tajuk subjek dalam perpustakaan
  4. Untuk mengetahui bagaimana cara menentukan tajuk subjek dalam koleksi perpustakaan
  5. Untuk mengetahui jenis-jenis tajuk subjek
  6. Untuk mengetahui perbedaan tajuk subjek dan tesaurus
  7. Untuk mengetahui tujuan tesaurus
  8. Untuk mengetahui fungsi tesaurus
  9. Untuk mengetahui komponen tesaurus
  10. Untuk mengetahui temu balik informasi dalam perpustakaan

read more »

Konferensi Pers

 

PERUSAHAAN MANDOM INDONESIA TBK

PIXY INDONESIA

Perkenalkan saya Farida Masbun Tiasih sebagai wakil produksi dari Perusahaan Mandom Indonesia Tbk. Kami telah mengetahui bahwa perusahaan ini terus meningkat. Sehingga mendorong pihak konsumen (masyarakat) kita mengalami peningkatan kebutuhan dari tahun ke tahun. Tidak heran jika hal tersebut membuat kami sebagai produsen (Perusahaan Mandom Indonesia Tbk) meningkatkan olahan produksi kami.

Sebelumnya saya akan menjelaskan tentang Perusahaan Mandom Indonesia Tbk. P erusahaan ini berdiri sejak tahun 1969. Berdiri dengan nama PT Tancho Indonesia, sebagai joint venture antara Mandom Corporation dan NV The City Factory. Pada awalnya Mandom hanya memproduksi produk perawatan rambut, lalu berkembang dengan memproduksi produk cologne dan kosmetik. Terdapat dua lokasi pabrik yang digunakan Mandom. Pertama, Pabrik Sunter yang khusus memproduksi seluruh produk kosmetik. Kedua, Pabrik Cibitung yang memproduksi kemasan plastik dan juga sebagai pusat logistik. Kemasan plastik dikirim dari Cibitung ke Sunter untuk diisi di Pabrik Sunter, kemudian barang jadi dikirim kembali ke Cibitung dan didistribusikan melalui pusat logistik.

Produk utama Mandom adalah Gatsby, Pixy, dan Pucelle. Tidak hanya itu, Mandom juga memproduksi produk dengan merek Tancho, Mandom, Spalding, Lovillea, Miratone, dan beberapa merek yang khusus diproduksi untuk kebutuhan ekspor.

Berikut ini kami merencanakan kegiatan konferensi pers yang akan kami laksanakan Perusahaan Mandom Indonesia Tbk. Pada tahapan ini, Perusahaan Mandom Indonesia Tbk telah menetapkan langkah-langkah yang akan dilakukan terkait launching produk Pixy Indonesia. Berikut ini adalah penjabarannya, sebagai berikut :

  1. Tema Launching sekaligus Konferensi Pers

Setelah mengetahui permasalahan yang telah dijabarkan sebelumnya, maka tema dari konferensi pers ini adalah “Pixy Goes To Campus 2016 Be Stand Out In Your Career” Rasakan serunya Coaching Clinic mengenai Public Speaking, Beauty Class bersama PIXY INDONESIA, Street Make Over serta SELFIE competition #GENIEPIXYGOESTOCAMPUS2016. PIXY juga memberikan Sertifikat dan Bingkisan Sponsor menarik GRATIS cukup dengan Like FB Fan Page PIXY Indonesia, Follow Twitter @PIXYIndonesia dan Instagram @pixycosmetics!!.

Dengan mengangkat tema tersebut maka diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada yang telah dijabarkan sebelumnya.

Adapun Konferensi Pers ini akan dihadiri oleh Dosen/Instruktur Fashion Design dan Announcer, TV Host dan saya sendiri sebagai penyelenggara acara yaitu wakil dari Perusahaan Mandom Indonesia Tbk, tidak tertinggal pula tamu undangan yang terhormat, dan pihak media cetak dan elektronik yang ikut bekerjasama.

  1. Tujuan Konferensi Pers

Adapun tujuan dari konferensi pers ini, yaitu :

  • Memperkenalkan produk kosmetik terbaru dari Perusahaan Mandom Indonesia Tbk yaitu Pixy Indonesia dengan harga terjangkau.
  • Meningkatkan citra positif perusahaan di mata khalayak umum khususnya di Indonesia.
  • Mendukung perkembangan produk kosmetik di Indonesia.
  • Menyebarkan informasi positif pada publik
  • Meningkatkan dan mengembalikan citra positif instansi
  • Membina hubungan secara langsung dengan Pers
  • Menarik perhatian media dan menjadi bahan berita
  1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Berikut ini waktu dan pelaksanaan konferensi pers :

Hari            : Senin, 21 Maret 2016

Pukul          : 09.00 – 13.00 WIB

Tempat       : Gedung Universitas Sebelas Maret

Jln. Ir. Sutami No. 36 A. Surakarta, Jawa Tengah

Berikut ini acara Pixy Indonesia dilaksanakan pada :

Hari            : Jumat, 1 April 2016

Pukul          : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat       : Gedung Universitas Sebelas Maret

Jln. Ir. Sutami No. 36 A. Surakarta, Jawa Tengah

  1. Media Cetak dan Elektronik

Adapun media cetak dan elektronik yang kami undang dalam acara Konferensi Pers dan Launching Pixy Goes To Campus 2016 Be Stand Out In Your Career, yaitu :

  • MNC TV MEDIA
  • Tabloid GENIE
  • Solo Radio 92,9 FM
  • CDC
  • Solo Design School
  • Kompas Indonesia
  • SINDO Indonesia
  • Pihak Sponsor/Iklan TV
  1. Budgeting ini disusun berdasarkan perencanaan Konferensi Pers serta Launching produk kosmetik terbaru “PIXY INDONESIA”. Berikut ini adalah rincian biaya yang akan dikeluarkan:
    • Sewa Tempat : Rp 25.000.000,-
    • Spanduk 5 lembar x Rp 250.000,- : Rp 2.250.000,-
    • Poster 100 lembar x Rp 20.000,- : Rp 2.000.000,-
    • Brosur 500 lembar x Rp 5000,- : Rp 2.500.000,-
    • Banner 10 lembar x Rp 100.000,- : Rp 1.000.000,-
    • Snack Peserta : Rp 6.500.00,-
    • Transpotasi : Rp 2.500.000,-
    • Peralatan Konferensi Pers : Rp 5.500.000,-
    • Lain-lain : Rp 5.500.000,-

Total   : Rp 102.250.000,-

  1. Susunan Acara Konferensi Pers :

09.00 – 09.30 (Registrasi Media & Peserta yang diundang)

09.30 – 11.30  (Menjelaskan Isi dan Tujuan Konferensi)

11.30 – 12.15   (Acara Makan Siang dan Sholat Dhuhur)

12.15 – 13.00  (Hiburan Penutup)

Susunan Acara Pixy Indonesia :

13.00 – 13.30 (Registrasi Ulang & Peserta)

13.30 – 14.00 (Pembicaraan dari Direktur UNS)

14.00 – 14.30 (Pembicaraan dari Dosen/Instruktur Fashion Design)

14.30 – 15.00 (Belajar Cara Memakai Make Up dari Pixy Indonesia)

15.00 – 15.30 (Pembicaraan dari Announcer, TV Host)

15.30 – 16.00 (Hiburan)

  1. Media Kit :
  • Sejarah Perusahaan
  • Jasa dan layanan yang diberikan
  • Event yang sudah pernah dilaksanakan
  • Press Release terbaru
  • Souvenir
  • Makanan dan minuman

Dengan demikian, kami selaku pihak produsen mengharapkan kerjasama semua pihak serta rekan-rekan media guna kelancaran Konferensi Pers serta Launching Produk Kosmetik Pixy Indonesia. Atas kerjasamanya, kami mengucapkan terima kasih.

Komunikasi Internal PR

Semen Indonesia Tbk dalam Menciptakan Kesadaran Personal

 

Saya Farida Masbun Tiasih sebagai petugas PRO akan menangani bagaimana cara menciptakan kesadaran personal mengenai beberapa peran institusi dalam masyarakat internal yaitu karyawan. Dimana peran tersebut akan menciptakan image positif karyawan terhadap instansi atau perusahaan yang sedang dijalani.

Untuk perusahaan yang baik adalah menciptakan kesadaran komunikasi. Peran karyawan ini sangat penting dan bernilai bagi perusahaan dalam mencapai visi dan misi. Sedangkan peran pemimpin yang akan menentukan peran karyawan dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, perusahaan ini membangun citra positif sangatlah penting, guna pihak lain dapat memandang baik sebuah perusahaan, seseorang, suatu komite atau suatu aktivitas. Setiap perusahaan mempunyai citra. Citra perusahaan ini datang dari pelanggan perusahaan, pelanggan potensial, bankir, staff perusahaan, pesaing, distributor, pemasok, asosiasi dagang, gerakan pelanggan di sektor perdagangan yang mempunyai pandangan terhadap perusahaan. Maka citra perusahaan ini harus dikelola melalui dialog dan hubungan baik dengan khalayak organisasi. Hubungan yang baik disini berarti PRO berperan dalam mengelola jaringan komunikasi dan kerjasama dengan mitra organisasi. Fungsi dan tujuan  PRO sendiri ialah untuk menciptakan, mempertahankan, melindungi reputasi organisasi/institusi, memelihara komunikasi yang baik, memperluas prestise, membina hubungan secara harmonis antar organisasi dan publik baik internal maupun eksternal dan menampilkan citra-citra yang mendukung. Dari tujuan yang ingin dicapai PRO dalam proses komunikasi dua arah dibagi dalam dua golongan besar yaitu komunikasi eksternal dan komunikasi internal.

Komunikasi internal merupakan komunikasi yang terjadi dalam lingkungan kantor atau organisasi. Komunikasi ini bisa terjadi antara karyawan dengan karyawan, karyawan dengan atasan dan atasan dengan atasan. Komunikasi internal juga merupakan memberikan informasi sebanyak dan sejelas mungkin menangani institusi, menciptakan kesadaran anggota mengenai peran institusi dalam masyarakat dan menyediakan sarana untuk memperoleh umpan balik dari anggotanya. Karena kesuksesan suatu perusahaan dilihat dari peningkatan produktivitas kerja karyawan di perusahaan tersebut. Produktivitas merupakan jumlah hasil yang dihasilkan setiap pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Peningkatan produktivitas disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah mempunyai tingkat kehadiran yang baik, selalu menyukai pekerjaan yang diberikan, melakukan pekerjaan sesuai dengan bagiannya, memahami pekerjaannya dengan baik, dan lain-lain. Hubungan pemimpin yang baik dengan karyawan juga akan menumbuhkan hubungan yang baik bagi perusahaan. Tapi pemimpin harus tetap tegas terhadap karyawan. Dimana karyawan perlu dikembangkan melalui proses yang baik untuk memberikan pelayanan kepada customer.

Sebelumnya saya akan menjelaskan instansi yang sedang saya wakili yaitu PT Semen Indonesia Tbk. PT Semen Indonesia Tbk yang dahulunya dikenal dengan nama PT Semen Gresik Tbk merupakan produsen semen terbesar di Indonesia. Ada beberapa produk PT Semen Indonesia Tbk antara lain:

  1. Semen Portland Tipe 1
  2. Semen Portland Tipe 2
  3. Semen Portland Tipe 3
  4. Semen Portland Tipe 5
  5. Special Blended Cement
  6. Portland Pozzolan Cement.

Lokasi pabrik semen ini tersebar di Indonesia mulai dari di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Sementara di luar Indonesia, perusahaan ini memiliki pabrik di Vietnam untuk memasok kebutuhan semen di seluruh tanah air.

Di PT Semen Indonesia Tbk ini akan dibagi tugas bagian kantor, pelayanan, dan lain-lain. Berikut ini ada beberapa cara menciptakan kesadaran personal mengenai beberapa peran instansi dalam masyarakat internal (karyawan) yaitu:

  1. Peran PRO
    • Memberikan informasi dan sejelas mungkin mengenai institusi PT Semen Indonesia Tbk
    • Menciptakan kesadaran personil mengenai peran PT Semen Indonesia dalam masyarakat
    • Menyediakan sarana untuk memperoleh umpan balik dari anggota
    • Menjual image yang menyangkut promosi-promosi
    • Menciptakan pengertian membangun kehendak yang baik dan rasa hormat
    • Menciptakan hubungan dan komunikasi yang harmonis baik untuk publik internal ataupun publik eksternal
    • Mengatasi permasalahan dalam menghadapi krisis yang sewaktu-waktu dapat muncul
  2. Peran Manager
    • Seorang manager harus mampu memerankan dirinya sebagai figur (figurehead role) yaitu menyampaikan pesan.
    • Disiplin waktu agar tidak terlambat bekerja dan disiplin untuk menyelesaikan tugas tepat waktu.

Dengan demikian perusahaan ini membutuhkan motivasi guna untuk mencapai kesadaran personal mengenai peran institusi PT Semen Indonesia Tbk dalam masyarakat internal (karyawan), sebagai dorongan atau semangat kepada para karyawan guna mampu bekerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan demi mencapai tujuan organisasi dalam instansi PT Semen Indonesia Tbk yang efektif dan efisien.

Seorang PR harus dapat berkomunikasi dengan segala lapisan karyawan, dari yang rendah hingga yang tinggi, baik secara formal maupun informal untuk mengetahui kritik dan saran bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dalam sebuah institusi. Sebuah kritik dan saran dari karyawan sangat berarti karena kita akan merasa di perhatikan dan dihargai sehingga kita akan melakukan yang terbaik dan terus berbenah.  Seorang PR harus mampu menjembatani antara pimpinan dan karyawan, seperti pemikiran dan kemauan dari pemimpin dapat tersalur dan tersambung kepada kemampuan dan kemampuan para karyawan. Dengan begitu sehingga dapat menciptakan rasa memiliki, motivasi, kreatifitas, dan ingin mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin.

Jadi seorang PR tidak hanya menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan masyarakat/pihak eksternal saja, tetapi menjalin hunbungan yang baik dengan sesama karyawan/pihak internal tidak kalah pentingnya, supaya kerja di sinkronisasi dan keseimbangan dalam bekerja.

Press Release

 

“SOLO MENARI 24 JAM” DIIKUTI RIBUAN PENARI

 

Solo, Rabu 20 April 2016 Jam 14.00 WIB

Ribuan penari dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri akan ikut memeriahkan gelaran tahunan “Solo Menari 24 Jam” dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia, pada tanggal 28-29 April 2016.

“Ada 6.000 penari lebih dari berbagai pelosok Indonesia dan luar negeri siap ikut memeriahkan Solo Menari 24 Jam. Ada tiga grup berasal dari Malaysia, China, dan 18 grup dari luar Jawa, sisanya dari Jawa,” kata Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Solo Prof.Dr.Sri Rochana Widyastutieningrum, di Solo, Rabu.

Mengusung tema “Menyemai Rasa Semesta Raga”, gelaran seni ini akan diramaikan oleh maestro tari tanah air, seperti Ponity asal Banyuwangi Jawa Timur, dan Ida Bagus Oka Wajana dari Bali, Samsuri dari Dosen Tari ISI Solo dan Mujosetyo dari Pemain Wayang Orang Barata Jakarta.

“Gelaran tahunan di Kota Solo digelar yang kesembilan, animo seniman tari Indonesia sangat luar biasa, sangat meningkat dibanding tahun sebelumnya, gelaran ini dilengkapi dengan Seminar Internasional yang menampilkan pembicara Prof. Tiantong Zhan dari China, Prof. Shahanum Mohd dari Malaysia, Narumol Thammapruksa dari Thailand dan Wahyu Santoso Prabowo dari ISI Solo.” katanya.

“Solo Menari 24 Jam” akan dibuka pada pukul 15.30 WIB Kamis (28/4/2016) dan ditutup 24 jam kemudian. Acara digelar di sejumlah lokasi antara lain sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dari bundaran Gladag hingga Kantor Balaikota Surakarta, kawasan kampus ISI Surakarta, SMK Negeri 8, dan sejumlah mall di Solo. Tarian massal Gambyong yang diikuti sebanyak 1.000 penari akan digelar di Jalan Sudirman.

Sementara itu, begitu antusiasnya ingin tampil di Solo, sejumlah penari datang tanpa fasilitas dan termasuk undangan dari panitia.

“Kami sebagai panitia bangga atas antusias peserta ini. Namun, kami juga kesulitan dalam menyusun jadwal pentasnya,” Ketua Panitia Solo Menari 24 Jam Joko Aswoyo.

 

Contact Person:

Farida Masbun Tiasih (089630xxxxxx)

Farida.masbun@yahoo.com

Menjelaskan Paragraf

1. Pengertian Paragraf

Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Dalam paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat. Dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat tanya, kalimat utama atau topik, kalimat-kalimat penjelas sampai kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertanya dalam sebuah rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Paragraf merupakan satuan bahasa tulis yang terdiri dari beberapa kalimat yang tersusun secara runtut logis, dalam satu kesatuan ide yang tersusun secara lengkap, utuh, dan padu.

Paragraf dapat juga dikatakan karangan yang pendek. Dengan adanya paragraf, dapat dibedakan suatu gagasan mulai dan berakhir. Kita akan kelelahan membaca sebuah tulisan atau buku, kalau tidak ada paragraf, karena seolah-olah dicambuk untuk membaca terus-menerus sampai selesai. Kitapun susah mengonsentrasikan pikiran dari gagasan ke gagasan lain. Dengan adanya paragraf dapat berhenti sebentar, sehingga kita dapat memusatkan pikiran tentang gagasan yang terkandung dalam paragraf itu.

2. Ciri-ciri Paragraf

  1. Kalimat pertama berkatuk atau menjorok ke dalam lima ketukan spasi untuk jenis karangan biasa, misalnya : makalah, skripsi, tesis, dan desertasi. Karangan berbentuk lurus yang tidak bertakuk ( block style ) ditandai dengan cara spasi meranggang, satu spasi lebih banyak daripada jarak antar baris lainnya.
  2. Paragraf menggunakan pikiran utama yang dinyatakan dalam kalimat topik.
  3. Setelah paragraf menggunakan sebuah kalimat topik dan selebihnya merupakan kalimat pengembang yang berfungsi menjelaskan, menguraikan, atau menerangkan pikiran utama yang ada dalam kalimat topik.
  4. Paragraf menggunakan pikiran penjelas ( gagasan penjelas ) yang dinyatakan dalam kalimat penjelas. Kalimat itu berisi detail-detail kalimat topik. Paragraf hanya berisi satu kalimat topik dan beberapa kalimat penjelas. Setiap kalimat penjelas berisi detail yang sangat spesifik dan tidak mengulang pikiran penjelas lainnya.

3. Fungsi Paragraf

  1. Mengekspresikan gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan perasaan kedalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam satu kesatuan;
  2. Menandai peralihan gagasan baru bagi kalangan yang terdiri atas beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran;
  3. Memudahkan perorganisasian gagasan bagi penulis dan memudahkan pemahaman bagi pembaca serta memudahkan pengembangan topik karangan kedalam satuan-satuan unit pikiran yang lebih kecil;
  4. Memudahkan pengendalian variabel, terutama karangan yang terdiri atas beberapa variabel;
  5. Untuk menandai pembukaan topik baru, atau pengembangan lebih lanjut topik sebelumnya;
  6. Untuk menambah hal-hal yang penting atau untuk memerinci apa yang sudah diutarakan dalam paragraf sebelumnya atau paragraf yang terdahulu.

4. Syarat Paragraf

  • Kesatuan Paragraf ( Kesatuan Pikiran )

Untuk menjamin adanya kesatuan paragraf, setiap paragraf hanya berisi satu pikiran. Paragraf dapat berupa beberapa kalimat. Akan tetapi, seluruhnya harus merupakan kesatuan; tak satu kalimat yang sumbang, yang tidak mendukung kesatuan paragraf. Jika terdapat kalimat yang sumbang maka kesatuan paragraf rusak.

  • Kepaduan paragraf

Paragraf dinyatakan padu jika dibangun dengan kalimat-kalimat yang berhubungan logis. Hubungan pikiran-pikiran yang ada dalam paragraf menghasilkan kejelasan struktur dan makna paragraf. Hubungan kalimat tersebut menghasilkan paragraf menjadi satu padu, utuh, dan kompak. Kepaduan ini dapat dibangun melalui repetisi ( pengulangan ) kata kunci atau sinonim, kata ganti, kata transisi, dan bentuk paralel.

  • Ketuntasan Paragraf

Ketuntasan paragraf ialah kesempurnaan paragraf. Hal itu dapat diwujudkan dengan cara klasifikasi dan ketuntasan bahasa.

  • Konstitusi Sudut Pandang dalam Paragraf

Sudut pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangannya. Dalam cerita, pengarang sering menggunakan sudut pandang aku seolah-olah menceritakan dirinya sendiri. Selain itu, pengarang dapat menggunakan sudut pandang dia atau ia seolah-olah menceritakan orang lain. Dalam karya ilmiah, pengarang menggunakan penulis. Sekali menggunakan sudut pandang tersebut, ia harus menggunakannya secara konsisten dan tidak boleh berganti sejak awal sampai akhir karya ilmiah.

  • Keruntutan paragraf

Keruntutan paragraf adalah penyusunan urutan gagasan dalam karangan. Karangan yang runtut enak dibaca, dapat dipahami dengan mudah, dan menyenangkan pembacanya. Keruntutan dapat dilakukan dengan berbagai cara : penalaran, kejelasan gagasan, makna, dan struktur, kata transisi yang tepat, kata ganti yang tepat, ikatan makna yang jelas, penggunaan idiomatik yang tepat, komunikasi yang efektif, membangun suasana, dan hubungan antar gagasan, antar kata, dan antar kalimat yang tidak terputus.

5. Macam-macam Paragraf

Berdasarkan tujuannya, paragraf dapat dibedakan menjadi 3 paragraf, yaitu:

  • Paragraf Pembuka

Paragraf yang berperan sebagai pengantar untuk sampai kepada masalah yang akan diuraikan. Sebab itu paragraf pembuka harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. Paragraf pembuka ini jangan terlalu panjang supaya tidak membosankan. Paragraf pembuka ini mempunyai kegunaan, yaitu dapat menarik perhatian pembaca yang berfungsi menjelaskan tujuan dari penulis itu.

  • Paragraf Penghubung

Paragraf penghubung berisi tentang inti persoalan yang akan dikemukakan. Oleh karena itu, secara kuantitatif paragraf ini yang paling panjang dan antara paragraf dengan paragraf harus saling berhubungan secara logis.

  • Paragraf Penutup

Paragraf penutup mengakhiri sebuah karangan, biasanya paragraf ini berisi kesimpulan dari paragraf penghubung. Dapat juga paragraf penutup berisi penegasan kembali mengenai hal-hal yang dianggap penting dalam paragraf penghubung. Paragraf penutup yang berfungsi mengakhiri sebuah karangan tidak boleh terlalu panjang, namun tidak berarti seorang penulis harus dapat menjaga perbandingan antara paragraf pembuka, penghubung, dan penutup.

6. Letak Kalimat Utama

Sebuah paragraf memiliki 4 cara, yaitu :

  • Pada Awal Paragraf

Paragraf di mulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat utama diikuti kalimat penjelas. Biasanya bersifat deduktif.

  • Pada Akhir Paragraf

Paragraf di mulai dengan kalimat penjelas diikuti kalimat utama. Biasanya bersifat induktif.

  • Pada Awal dan Akhir Paragraf

Penempatan kalimat topik pada awal dan akhir berpengaruh pada penalaran. Pada awal dan akhir menjadikan paragraf bersifat deduktif-induktif.

  • Tanpa Kalimat Utama

Paragraf ini tidak memiliki kalimat utama. Biasanya digunakan dalam karangan berbentuk narasi atau deskripsi.

7. Pengembangan Paragraf

Berdasarkan Teknik, antara lain :

  1. Secara Alamiah yaitu menggunakan pola yang sudah ada pada objek atau kejadian yang dibicarakan. Susunan logis ini mengenal 2 macam urutan, yaitu : urutan ruang dan waktu.
  2. Klimaks dan Anti-klimaks, digunakan untuk menyajikan sebuah cerita atau konflik. Penulisan diawali dengan pengenalan tokoh dilanjutkan dengan konflik, mencapai puncak konflik, dan menurun menuju solusi (anti-klimaks). Biasanya digunakan untuk menulis sejarah, cerita fiksi (roman, novel, cerpen), kisah permusuhan atau peperangan.
  3. Deduksi dan Induksi, Deduksi (umum ke khusus), sedangkan Induksi (khusus ke umum).

Berdasarkan Isi, antara lain :

  1. Perbandingan dan Pertentangan, untuk menambahkan kejelasan sebuah paparan. Menunjukkan persamaan dan perbedaan antara dua hal tersebut.
  2. Analogi, untuk membandingkan suatu yang di kenal umum dengan yang tidak atau kurang di kenal umum.
  3. Contoh-contoh, agar dapat memberikan penjelasan kepada pembaca.
  4. Sebab Akibat, sebab dapat berfungsi sebagai pikiran utama, dan akibat sebagai penjelas. Dapat juga sebaliknya.
  5. Definisi Luas, untuk memberi batasan kepada sesuatu kadang penulis terpaksa menguraikan dengan beberapa kalimat bahkan beberapa alinea.
  6. Klasifikasi, mengelompokkan hal-hal yang mempunyai persamaan.

Berdasarkan Tujuan dari Sifat:

Dibedakan menjadi 5 macam, yaitu :

  1. Deskripsi, yaitu menguraikan, memberikan, melukiskan. Tujuannya memberikan kesan/ impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis. Dengan ini pembaca dapat dibuat seolak olah melihat, mendengar, merasakan atau melihat peristiwa yang diuraikan oleh penulis.
  2. Narasi, secara harafiah bermakna kisah atau cerita bertujuan mengisahkan / menceritakan, kadang kadang mirip dengan paragraf diskripsi bedanya narasi mementingkan urutan dan biasanya aada tokoh yang dibicarakan
  3. Eksposisi, bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Biasanya digunakan untuk menyajikan pengetahuan atau ilmu, definisi, pengertian, langkah-langkah suatu kegiatan, metode, cara, dan proses terjadinya sesuatu.
  4. Argumentasi, membuktikan atau menyampaikan alasan, bertujuan menyampaikan suatu pendapat, konsepsi, atau opini tertulis kepada pembaca. Untuk meyakinkan pembaca bahwa yang disampaikan itu benar, penulis menyertakan bukti, contoh dan berbagai alasan yang sulit dibantah.
  5. Persuasi, merupakan kelanjutan atau pengembangan paragraf argumentasi, yang mula-mula memapakkan gagasan dengan alasan, bukti atau contoh untuk emyakinkan pembaca kemudian diikuti dengan ajakan, bujukan, rayuan, himbauan atau saran pada pembaca.

 

DAFTAR PUSTAKA:

Syahroni, Ngalimun; Dewi, Dwi Wahyu Candra dkk. 2013. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Musaba, H Zulkifli. 2014. Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Rahardi, R Kunjana; Rahmat, Rikard ed. 2014. Bahasa Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Erlangga.

HAK CIPTA

Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta/penerima hak/prosedur dengan tidak mengurangi pembatasan menurut peraturan perundangan yang berlaku.

Peraturan Perundangan

  • UU Hak Cipta (UU No 6 tahun 1982)
  • Di ubah dengan (UU No 7 tahun 1987)
  • Di ubah dengan (UU No 12 tahun 1997)
  • Dan Juli 2002 lahirlah (UU No 19 tahun 2002)

 

Hal pokok yang diatur oleh UU No 19 Tahun 2002

Pencipta adalah seseorang atau kelompok atas inspirasinya melahirkan suatuciptaan berdasarkan kemampuan, pikiran, imajinasi, keterampilan,/ keahlian, yang dituangkan dalam bentuk karya yang khas.

Ciptaan adalah hasil karya setiap pencipta dalam bentuk yang khas dan menunjukan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Ciptaan inilah yang menjadi objek pengaturan hak cipta.

Ciptaan yang dilindungi antara lain:

  1. Buku, Program komputer, pamflet, lay out, karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya.
  2. Ceramah, Kuliah, Pidato, dan ciptaan lainnya sejenis dengan itu
  3. Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan
  4. Lagu atau musik dengan atau tanpa teks
  5. Drama atau drTerjemahan dll
  6. Seni rupa
  7. Arsitektur
  8. Peta
  9. Seni Batik
  10. Fotografi
  11. Sinematografi
  12. Terjemahan, tafsir dll

 

SIAPA PEMEGANG HAK CIPTA?

  • Pemegang Hak Cipta ialah pencipta sebagai pemilik hak cipta, atau orang yang menerima hak tersebut.
  • Jika ciptaan terdiri dari beberapa orang, maka hasil ciptaan adalah yang memimpin, tetapi tidak mengurangi hak cipta atas bagian ciptaan masing-masing.
  • Jika ciptaan dirancang seseorang, tapi diwujudkan atau dikerjakan orang lain, maka yang dianggap sebagai pencipta adalah orang yang memimpin atau merancang.
  • Jika ciptaan dirancang dalam hubungan dinas dengan pihak lain dalam lingkungan pekerjaan, maka hak cipta dipegang dinasnya, kecuali ada perjanjian lain kedua pihak dengan tidak mengurangi hak atas ciptaannya.
  • Jika ciptaan dirancang dalam hubungan berdasar pesanan, maka pihak yang mencipta karya dianggap sebagai pencipta dan pemegang hak cipta.
  • Jika suatu badan hukum mengumumkan bahwa ciptaan berasal dari padanya dengan tidak menyebut seseorang sebagai penciptanya, badan hukum tersebut sebagai penciptanya.

Masa Berlaku Hak Cipta :

  1. Selama hidup sampai 50 tahun setelah meninggal, untuk ciptaan :
  • Buku, pamflet dan semua hasil karya tulis lainnya
  • Drama atau drama musikal, tari, kareografi
  • Segala bentuk seni rupa
  • Seni batik
  • Arsitektur
  • Ceramah
  • Peta
  1. 50 tahun sejak pertama kali diumumkan :
  • Program komputer
  • Sinematografi
  • Fotografi
  • Database
  • Karya hasil pengalihwujud dan pertunjunkan
  • Karya siaran. Berlaku pula bila dimiliki atau dipegang oleh badan hukum

 

Lisensi Pasal 45

  • Pemegang hak cipta berhak memberi lisensi kepada pihak lain berdasarkan surat perjanjian lisensi untuk melaksanakan perbuatan Pasal 2, yaitu : memberi ijin atau melarang kepada orang lain menyewakan ciptaannya bagi kepentingan komersial. Ini berlaku pula bagi prosedur rekaman suara.
  • Pencipta tidak diketahui maka hak cipta dipegang negara untuk kepentingan pencipta.
  • Pencipta tidak diketahui maka hak cipta tertera nama samaran tetapi sudah diterbitkan maka hak cipta dipegang penerbit untuk kepentingan pencipta.

 

Tidak Ada Hak Cipta Atas

  • Hasil rapat terbuka Lembaga Tinggi Negara, dan Lembaga lainnya
  • Peraturan Perundang-undangan
  • Putusan Pengadilan dan Penetapan Hakim
  • Pidato Kenegaraan atau Pidato Pejabat

Teknologi Informasi

Teknologi Informasi

Charles Sanders Peirce (Lubbe dan Nauta, 1992: 5-6) mengemukakan dalam filosofi “triadic”-nya bahwa teknologi informasi adalah salah satu sudut segitiga sama sisi yang melambangkan teknologi; dua sudut lainnya adalah energi dan materi.

Filosofi Triadic Peirce

1

  • Automasi di pusat-pusat dokumentasi dan informasi (pusdokinfo), termasuk perpustakaan, automasi adalah istilah yang sering dipakai untuk menyatakan penerapan komputer untuk mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi.
  • Simulasi/model Menurut Peirce (Lubbe dan Nauta, 1992: 6) simulasi dan model berhubungan dengan karakter aktualitas dan referensial. Tujuan simulasi dan model adalah menggambarkan atau menjelaskan dunia dengan cara/gambar yang mudah dipahami. Di pusdokinfo Indonesia, simulasi dan model belum begitu banyak digunakan. Biasanya simulasi/model lebih banyak diperlukan di tempat-tempat pelatihan, misalnya pelatihan pilot pesawat terbang, pelatihan militer, dan lain-lain.
  • Kecerdasan Buatan dan Sistem Berbasis Pengetahuan Kecerdasan buatan (artificial inteligence) adalah produk dari pemikiran bahwa komputer dapat diprogram untuk memiliki kecerdasan menyerupai manusia, seperti belajar, melakukan penalaran, adaptasi, dan mengoreksi pengetahuan yang dimilikinya (Zager & Smadi, 1992: 146). Batasan yang lebih praktis adalah kecerdasan buatan merupakan kajian tentang pemikiran atau ide yang memungkinkan komputer menjadi cerdas (Carrico; Girard; Jones, 1989: 3). Di pusdokinfo, kecerdasan buatan dapat dipakai di layanan yang membutuhkan konsultasi seperti layanan rujukan, namun produk teknologi ini belum dimanfaatkan oleh pustakawan.

Sejarah Perkembangan TIK di Perpustakaan

  • 1960-an sejumlah perpustakaan di amerika utara dan inggris mulai menggunakan computer
  • 1961 H.P. Luhn dari IBM menggembangakan beberapa program untuk membuat indeks kata kunci. Pada tahun yg sama Douglas Aircraft menggunakan kartu katalog yg dibut dengan compute
  • 1960 an library of Congres (LC) di amerika dan British National Bibliography (BNB) sekarang dikenal dgn National Bibliographic Service di British Library bekerjasama mengembangkan (MARC)
  • 1970 perpustakaan dan agen-agen pengkatalogan dan perdaganan buku mulai mengadopsi suatu standar penomoran 10 digit. (ISBN)
  • 1970-an menunjukan suatu perkembangan jasa kerjasama dan resource sharing antar perpustakaan.
  • 1980-an trend yg muncul adalah penyediaan packaged hardware dan software. Perkembangan OPAC dan informasi lewat CD-ROM.
  • 1986 hanya 6% dari anggota OCLC (ohio college Library center) di amerika utara memiliki drive CD-ROM
  • 1990 meninggakat menjadi 72%
  • 1990-an tren tersebut berubah kearah keramahtamahan pada pemakai user friendly interface.
  • 2000-an perkembangan dan kemajuan terjadi dalam dunia otomasi perpustakaan misalnya berbagai proyek kerjasama yang di lakukan untuk merespon kebutuhan pencari informasi.

Tujuan Pengembangan System Computer Perpustakaan

  • Line (1972)mengemukan 2 alasan yg berkaitan dengan pengembangan system computer di perpustakaan yaitu penyediaan jasa dengan biaya murah dan perolehan keuntungan dengan pengeluaran yang minim.
  • Di samping alasan tersebut, pengembangan system computer adalah untuk meyediakan suatu standar yang bisa dipakai bersama di antara perpustakaan yang bekerja sama.
  • Alasan lain tugas-tugas yang di emban lebih oleh perpustakaan dapat diselesaikan secara lebih akurat, cepat dan terkontrol.

Permasalahan

Ellsworth Mason mengunggkapkan ada delapan mitos yang dipegangi oleh pustakawan pada tahun 1970an

  1. tidak semua hal bisa ditangani oleh computer
  2. prosedur-prosedur berbasis computer tidak selalu lebih efisien daripada yang bersifat manual
  3. Sistem berbasis computer tidak murah.
  4. Tidak murah untuk di implementasikan pada computer baru
  5. Program pada system berbasis computer sukar ditransfer ke perpustakaan
  6. Tidak murah untuk men-share jasa computer
  7. Tidak mudah untuk menggabungkan system perpustakan yang bersifat individual kedalam suatu system yang terintergrasi secara total.
  8. Pemakai tidak akan menerima jasa yang lebih baik dari system perpustakaan berbasis computer.

Permasalah lainnya sebagai berikut:

  1. Perangakat keras (hardware)
  2. Perangakt lunak (Software)
  3. Manusia
  4. Keuangan

Manfaat Yang Dapat di Rasakan Pemakai

  • Pemakai dapat memperoleh berbagai bahan belajar yang berkaitan dengan pata pelajaran, modul online, pengetahuan popular, berita, dengan cara mengunduh atau memanfaatkan langsung.
  • Pemakai dapat berbagi ilmu dengan cara mengirimkan karyanya dalam web.
  • Sebagai sarana komunikasi dan kolaborasi

Teknologi Informasi di Perpustakaan

TI yang mencakup dalam ruang lingkup Sistem informasi di perpustakaan

  • Library housekeeping
  • Information retrival
  • General purpose software
  • Library networking

Pengaruh TIK di Perpustakaan

  • Online public acces catalog (OPAC)
  • Radio frequency identification (RFID)
  • Automasi perpustakaan
  • Perpustakaan hibrida
  • Perpustakaan dan jejaring sosial

Teknologi Barcode

Barcode adalah susunan garis vertikal hitam dan putih dengan ketebalan yang berbeda, yang sangat sederhana tapi, sangat berguna. Keunggulan bercode untuk menyimpan data-data spesifik, misalnya kode produksi, tanggal kadaluarsa, nomor identitas.

Barcode scanner atau pembaca barcode adalah peranti yang berfungsi untuk membaca data dalam bentuk barcode. Sebagaimana di ketahui, barcode adalah detertan garis tegak dengan ketebalan yang bermacam-macam dan bisa dijumpai melekat pada produk-produk di pasar swalayan atau pada buku-buku cetakan.

Serupa dengan barcode terdapat kode yang saat ini popular yaitu kode QR (Quick Response). Kode ini dikenal juga sebagai barcode dua dimensi.

2

Fungsi QR

Kode QR berfungsi bagaikan hipertaut fisik yang dapat menyimpan alamat dan URL, nomer telepon, teks dan sms yang dapat digunakan pada majalah, surat harian, iklan, pada tanda-tanda bus, kartu nama ataupun media lainnya. Kehadiran kode ini memungkinkan audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya melalui ponsel secara efektif dan efisien. Pengguna juga dapat menghasilkan dan mencetak sendiri kode QR untuk orang lain.

3

4

 

RFID (Radio Frequency Identification)

            RFID adalah teknologi identifikasi berbasis glombang radio. Teknologi ini mampu megidentifikasi berbagai objek secara stimulan tanpa di perlukan kontak langsung  (atau dalam jarak pendek). RFID di kembangkan

5

6

6

3 komponen RFID

  • Tag RFID, dapat beupa stiker, didalam setiap tag terdapat chip yang mampu menyimpan sejumlah informasi.
  • Terminal Reader RFID, terdiri atas RFID-reader dan antenanya yang akan mempengaruhi jarak optimal identifikasi, terminal RFID akan membaca atau mengubah informasi yang tersimpan dalam tag melalui frekuensi radio.
  • Host Komputer adalah sistem komputer yang mengatur alur informasi dari item-item yang terdeteksi dalam lingkup sistem RFID mengatur komunikasi antar tag dan reader.

Pembaca RFID

Adalah pengguna frekuensi radio untuk menstranfer data yang di terapkan.

7

8

Program System

Program system adalah program yg digunakan untuk mengontrol sumberdaya computer, seperti CPU dan peranti masukan dan keluaran. Kedudukan program ini adalah sebagai perantara antara program aplikasi dan perangkat keras computer.

10

Program Aplikasi

Adalah program yg dibuat oleh pemakai, yang ditujukan untuk melakukan suatu tugas khusus.

 

Koleksi Referensi dan Layanan Referensi

1. Pengantar

Fungsi utama setiap perpustakaan adalah mengadakan, mengolah, menyediakan dan menyebarkan informasi kepada para pemakai. Untuk melaksanakan fungsi tersebut maka perpustakaan harus mengelola koleksinya sehingga informasi yang terdapat dalam koleksinya dapat dimanfaatkan secara optimal. Perpustakaan bisa dijadikan tempat untuk memperoleh beragam sumber informasi bagi pemustaka yang sedang melakukan penelitian, mengerjakan tugas atau karya ilmiah atau sekedar ingin mendapatkan informasi mengenai berbagai hal. Beragamnya informasi yang tersedia di perpustakaan memerlukan beragam layanan yang harus disediakan. Adapun Pelayanan yang dapat diberikan oleh perpustakaan adalah: pelayanan sirkulasi, pelayanan referensi, pelayanan bimbingan pemakai, pelayanan penelusuran informasi, pelayanan fotokopi, dan sebagainya. Pelayanan tersebut diberikan agar perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan informasi dari penggunanya, dengan tujuan memberikan kepuasan kepada pengguna dalam mendapatkan informasi. Dalam materi ini penulis membatasi pada Pelayanan Referensi

2. Pengertian Buku Referensi

Istilah referensi berasal dari bahasa Inggris ”reference” yang berarti menunjuk kepada, menyebut. Menurut kamus bahasa Indonesia istilah referensi mengacu pada sumber acuan (rujukan, petunjuk). Koleksi referensi yang memuat informasi tertentu akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan tertentu. Pada umumnya koleksi ini dirancang untuk tidak dibaca secara keseluruhan tetapi hanya pada bagian-bagian tertentu dan digunakan sebagai sumber informasi tertentu. Apabila ingin mencari arti sebuah kata, maka kamus adalah jawabannya. Untuk menemukan uraian umum tentang subyek adalah melalui ensiklopedia. Butuh informasi tentang koleksi buku yang dimiliki oleh sebuah perpustakaan bisa dilihat melalui katalog buku, dan lain-lain jenis pertanyaan.

Berdasarkan Online Dictionary for Library and Information Science, pengertian buku referensi adalah:

“A book designed to be consulted when authoritative information is needed, rather than read cover to cover. Reference books often consist of a series of signed or unsigned “entries” listed alphabetically under headwords or headings, or in some other arrangement (classified, numeric, etc.). The category includes almanacs, atlases, bibliographies, biographical sources, catalogs, concordances, dictionaries, directories, discographies and filmographies, encyclopedias, glossaries, handbooks, indexes, manuals, research guides, union lists, yearbooks, etc. … In libraries, reference books are shelved in a separate section called the reference stacks and are not allowed to circulate because they are needed to answer questions at the reference desk”.

Pernyataan di atas menyatakan bahwa sebuah buku referensi dirancang untuk dikonsultasikan ketika informasi otoritatif diperlukan, pelayanan ini secara langsung berhubungan dengan pemustaka dalam memberikan informasi. Pemustaka dapat meminta bantuan pustakawan referensi untuk membantu mencari informasi. Dengan melakukan wawancara atau komunikasi terstruktur pustakawan bekerja untuk memastikan kebutuhan pemustaka dan menentukan sumber informasi yang tepat. Peran pustakawan referensi sebagai intermediary, menjembatani informasi riil pengguna dengan koleksi perpustakaan.

Encyclopaedia of librarianship tidak memberi batasan secara tegas tentang bahan rujukan/referensi. Menurut ensiklopedi ini semua sumber dengan cakupannya masing-masing dapat dimasukkan dalam kelompok bahan rujukan umum. Mustofa dan Saleh (2001:4) mengatakan bahwa Irawati Singarimbun menambahkan fakta-fakta buku rujukan dikumpulkan dari berbagai sumber dengan susunan khusus sehingga dapat digunakan dengan mudah dan cepat. Ia mengelompokkan bahan rujukan umum dalam dua jenis:

  • Jenis bahan rujukan yang memberikan informasi langsung
    • Kamus, biografi, ensiklopedi, peta, direktori
  • Jenis yang memberikan petunjuk kepada suatu sumber informasi.
    • Katalog, bibliografi, indeks, abstrak

3. Jenis Koleksi Referensi

Staf perpustakaan maupun pemakai perlu memiliki pengetahuan umum mengenai buku referensi beserta cakupanya. Adapun jenis koleksi referensi adalah sebagai berikut :

1.Kamus

Kamus berisi daftar kata dasar suatu bahasa yang disusun menurut abjad disertai dengan keterangan mengenai bentuk, tanda lafal, dan arti.

a. Kamus menurut isinya meliputi:

  • Kamus umum

Berisi daftar istilah yang umum dipakai sehari-hari. Cakupan isi tidak dibatasi untuk hal-hal khusus

  • Kamus khusus

Kamus yang berisi informasi mengenai kata-kata umum, namun dengan susunan tertentu. Misalnya kosakata yang artinya sama disusun bersama, kamus ini disebut kamus sinonim. Kamus yang mencantumkan kosakata berlawanan disebut kamus antonym. Atau kamus yang hanya mendaftar dialek bahasa disebut kamus dialek.

  • Kamus subyek

Berisi daftar kata atau istilah mengenai masalah atau subyek khusus. Misalnya masalah hukum, pertanian, perpustakaan, dan lain-lain.

b. Kamus menurut jumlah bahasanya;

  1. Kamus Ekabahasa
  2. Kamus Dwibahasa
  3. Kamus Aneka Bahasa (polyglot)

c. Kamus menurut jumlah kandungan entrinya

  1. Kamus singkat (concise dictionary) kurang dari 80.000an
  2. Kamus sedang (abridged dictionary) 130.000 – 160.000an entry
  3. Kamus lengkap (unabridged dictionary) Lebih dari 250.000an entry

d. Manfaat Kamus

  1. Mencari makna kata
  2. Memeriksa ejaan, penyukuan dan penggunaan tanda hubung pada suatu kata
  3. Mencari lafal kata
  4. Mencari singkatan, sinomin, antonim
  5. Mencari kata asing yang sering dipakai

2. Ensiklopedi

Memuat informasi dasar atau gambaran menyeluruh suatu topik atau bidang tertentu yang diuraikan secara ringkas dan disusun sedemikian rupa sehingga mudah untuk menemukan informasinya. Informasinya dapat berupa definisi, ruang lingkup, sejarah, dan geografi

  1. Jenis ensiklopedi
    • Ensiklopedi nasional/umum
    • Ensiklopedi khusus
  2. Manfaat ensiklopedi
    • Mencari informasi dasar mengenai berbagai masalah
    • Langkah awal untuk melakukan kajian mengenai suatu subyek
    • Memeriksa kebenaran suatu informasi
    • Jendela informasi dunia

3. Katalog

Daftar yang berisi informasi tentang bahan pustaka yang terdapat pada perpustakaan, toko buku, penerbit.

  1. Jenis katalog
    • Katalog nasional
    • Katalog induk
    • Katalog induk majalah
    • Katalog penerbit/toko buku
  2. Manfaat katalog
    • Mengetahui koleksi buku yang ada pada suatu perpustakaan/beberapa perpustakaan
    • Mengetahui buku yang sedang ada di pasaran
    • Sebagai sarana pemilihan koleksi

4. Bibliografi

Apa saja yang pernah diterbitkan oleh pengarang tertentu, atau dengan judul tertentu, atau mengenai subyek tertentu.

Jenis bibliografi

  1. Bibliografi umum

Bibliografi memuat informasi bibliografi dengan subyek umum. Tidak dibuat pembatasan tertentu terhadap dokumen yang didaftar di dalamnya.

  1. Bibliografi khusus

Bibliografi yang mendaftar literature dengan cakupan khusus. Misalnya biblografi khusus bidang kedokteran, bidang hukum, dan lain-lain.

  1. Bibliografi nasional

Cakupan bibliografi nasional memuat daftar dokumen yang diterbitkan dalam suatu Negara.

  1. Bibliografi universal

Memuat daftar literature dari seluruh dunia

  1. Bibliografi beranotasi

Setiap literature yang dimuat diberi anotasi atau keterangan mengenai isi serta tinjauan bibliografi.

5. Indeks

Kata indeks berasal dari bahasa latin indicare yang berarti menunjuk. Indeks memberi petunjuk tentang karya tulis apa saja yang telah diterbitkan dalam berbagai majalah atau dokumen bentuk lain mengenai subyek tertentu. Misalnya. Indeks Berita dan Artikel Surat Kabar Jawa Tengah, Indeks Artikel Majalah Tempo

6. Abstrak

Bibliografi atau indeks yang disertai sari karangan.

Jenis abstrak berdasarkan cara penyajian

  1. Abstrak indikatif

Keterangan ringkas mengenai isi sebuah dokumen yang ditulis dengan bahasa dan istilah yang umum, dengan ciri-ciri bahwa pada abstrak ini tidak terdapat data kuantitatif maupun kualitatif. Data disajikan dalam bentuk deskriptif.

  1. Abstrak informatif

Ringkasan yang cukup lengkap, disusun dalam urutan yang logis

7. Buku Pegangan

Berisi informasi mengenai petunjuk dan identifikasi suatu masalah secara mendasar. Misal. informasi lengkap mengenai ilmu pertanian

– The agricultural handbook

– Pest and disease control handbook

8. Buku Petunjuk

Dalam bahasa Inggris disebut manual atau guidebook. Buku ini berisi informasi mengenai cara melakukan sesuatu pekerjaan atau cara menggunakan dan memelihara suatu alat.

9. Sumber Biografi

Menurut The concise oxford dictionary mendefinisikan biografi sebagai “penulisan tentang kehidupan seseorang”. Daya tarik sebuah biografi bagi pengguna adalah untuk memenuhin rasa ingin tahun terhadap kepribadian seseorang dan untuk memenuhi hasrat kita dalam mendapatkan pengetahuan secara nyata atau dengan kata lain untuk mengetahui apa yang sesungguhnya tlah terjadi melalui pengalaman orang lain.

10. Sumber Geografi

Koleksi yang khusus memuat informasi geografis.

Jenis sumber geografi:

  1. Peta (Gambar yg memuat letak tanah, daerah, laut, sungai, gunung, dll.)
  2. Atlas : kumpulan peta
  3. Globe
  4. Kamus ilmu bumi (gazzeter) menggambarkan Lokasi, luas wilayah, jumlah penduduk

11. Direktori

Memuat daftar nama orang/organisasi dengan memberikan informasi berupa alamat, disusun secara sistematis.

Jenis direktori:

  1. Direktori topografi (kota, kecamatan, desa)
    • Nama dan alamat penghuni perumahan X
    • Direktory Galaxy real estate, Jakarta
  1. Direktori telepon
  2. Direktori perdagangan umum (nama dan alamat perusahaan)

12. Statistik

Statistik adalah fakta dalam bentuk angka-angka. Ukuran kuantitatif sebagai satuan yang dapat diukur dan diperbandingkan secara jelas dapat ditemukan di semua bidang ilmu pengetahuan.

13. Buku Tahunan

Suatu publikasi yang diterbitkan tiap tahun atau jangka waktu tertentu yang memuat kejadian-kejadian, data, atau perkembangan selama setahun atau suatu jangka tertentu.

14. Terbitan Pemerintah

Setiap penerbitan yang dicetak atas biaya pemerintah, atau diterbitkan oleh badan-badan pemerintah, yang pada umumnya berisi hal-hal yang berkaitan dengan masalah pemerintahan. Misal. Lembaran negara RI, Peraturan pemerintah, Berita negara RI

4. Pengertian Layanan Referensi

Berdasarkan Online Dictionary for Library and Information Science, Layanan Referensi adalah:

“Semua fungsi yang dilakukan oleh pustakawan yang terlatih bekerja di bagian referensi untuk memenuhi kebutuhan informasi dari pemustaka (secara langsung, melalui telepon, atau secara elektronik), tidak terbatas pada menjawab pertanyaan-pertanyaan substantif, tapi juga membimbing pemustaka untuk memilih dan menggunakan sarana yang tepat untuk mencari informasi, mengarahkan pemustaka ke sumber informasi, membantu dalam evaluasi informasi, bahkan merujuk pada sumber di luar perpustakaan, menjaga statistik referensi, dan berpartisipasi dalam pengembangan koleksi referensi.”

Sedangkan menurut Sumardji (1992:11), pengertian pelayanan referensi adalah :

  • Salah satu kegiatan pokok yang dilakukan di perpustakaan, yang khusus melayankan koleksi referensi kepada para pemakai
  • Suatu kegiatan pelayanan untuk membantu para pemakai perpustakaan untuk mencari informasi dengan cara:
    1. Menerima pertanyaan-pertanyaan dari para pemakai perpustakaan dan kemudian menjawab dengan menggunkaan koleksi referensi
    2. Memberikan bimbingan untuk menemukan koleksi referensi yang diperlukan untuk menemukan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai
    3. Memberikan bimbingan kepada para pemakai perpustakaan tentang bagaimana menggunakan setiap bahan pustaka koleksi referensi

Pada tahun 1876, Samuel Green dalam papernya reference service (berdasarkan pidato di konferensi American Library Association) menyebutkan bahwa pustakawan referensi memiliki empat peran:

  1. Membimbing pemustaka bagaimana menggunakan perpustakaan dan sumber informasi
  2. Menjawab pertanyaan untuk informasi spesifik
  3. Merekomendasikan sumber bahan bacaan yang baik
  4. Mempromosikan perpustakaan

Samuel Green mengatakan bahwa empat peran pustakawan referensi akan tetap berfungsi di tahun 2076 dan seterusnya dengan cara yang berbeda. “Reference is all about helping people – and always will be”.

5. Kesimpulan

Pustakawan referensi harus responsif terhadap kebutuhan pengguna, siap menjawab pertanyaan pengguna, baik pertanyaan singkat maupun pertanyaan yang memerlukan jawaban yang mendetail sesuai dengan kebutuhannya. Jika ada pengguna yang kesulitan dalam menemukan bahan pustaka yang dibutuhkannya, pustakawan referensi sesegera mungkin membimbing, sehingga tahu bagaimana cara menemukan dan cara menggunakan koleksi perpustakaan, khususnya koleksi referensi. Faktor suksesnya pelayanan referensi meliputi:

  1. Kelengkapan koleksi
  2. Kemampuan petugas referensi
  3. Wawasan dan pengetahuan umum
  4. Pengetahuan tentang macam, cara dan penggunaan koleksi referensi
  5. Pengetahuan bidang perpustakaan
  6. Kemampuan untuk memahami kebutuhan pemustaka
  7. Kemampuan di bidang Teknologi nformasi
  8. Kemampuan berkomunikasi dengan baik